INSA Dumai menilai aktivitas maritim yang padat harus mampu memberi dampak lebih besar bagi ekonomi daerah.
DUMAI, 27 Juni 2026 — Setiap bulan, sekitar seribu kapal masuk dan beraktivitas di Pelabuhan Dumai. Angka ini bukan jumlah kecil. Di balik lalu lintas kapal yang padat itu, tersimpan potensi ekonomi besar yang seharusnya dapat menjadi kekuatan bagi Kota Dumai.
Ketua DPC INSA Kota Dumai, Herman Buchari, S.IP, mengungkapkan bahwa aktivitas kapal di Dumai terus menunjukkan besarnya peran daerah ini dalam sektor kepelabuhanan dan kemaritiman.
“Setiap bulannya ada lebih kurang seribu kapal, bahkan bisa lebih, yang berkunjung ke Pelabuhan Dumai,” ujar Herman.
Kapal-kapal yang datang ke Dumai bukan kapal berukuran kecil. Banyak di antaranya merupakan kapal besar dengan panjang rata-rata di atas 100 meter. Kapal-kapal tersebut datang untuk mengangkut berbagai komoditas ekspor, terutama curah cair.
Herman menyebut, sekitar 90 persen kapal yang berkunjung ke Dumai merupakan kapal pelayaran luar negeri. Artinya, Pelabuhan Dumai memiliki peran penting dalam rantai perdagangan internasional.
“Sekitar 90 persen kapal yang berkunjung ke Dumai adalah kapal pelayaran luar negeri, karena mengangkut barang-barang ekspor curah cair dari Pelabuhan Dumai,” jelasnya.
Besarnya aktivitas tersebut tentu membuka peluang penerimaan yang sangat besar. Dari sektor kepelabuhanan saja, ada banyak sumber penerimaan seperti jasa labuh, jasa rambu, jasa pandu, jasa tambat, jasa tunda, dan berbagai layanan lainnya.
Menurut Herman, sektor ini bukan hanya menghasilkan bagi negara melalui PNBP, tetapi juga bisa menjadi peluang besar bagi daerah jika mampu dikelola secara cerdas.
“Untuk pendapatan negara maupun pendapatan daerah, potensinya sangat besar. Di sektor kepelabuhanan dan kemaritiman ini pungutan PNBP-nya juga banyak,” katanya.
Namun, pertanyaan besarnya adalah bagaimana potensi besar itu dapat benar-benar memberi dampak maksimal bagi Dumai. Herman menilai Pemerintah Kota Dumai perlu lebih aktif melihat peluang dari sektor kepelabuhanan, termasuk melalui BUMD.
.png)
Menurutnya, BUMD bisa mengambil peran dalam berbagai aktivitas pendukung kepelabuhanan dan kemaritiman. Dengan begitu, geliat ekonomi pelabuhan tidak hanya berputar di sekitar kapal dan terminal, tetapi juga memberi ruang bagi daerah untuk memperoleh manfaat lebih besar.
“Pemko melalui BUMD juga bisa mendapatkan peluang ekonomi dari kegiatan kepelabuhanan dan kemaritiman. Prospeknya sangat besar,” ungkap Herman.
Posisi Dumai sebagai pelabuhan lintas batas juga menjadi nilai tambah. Daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga memiliki peluang besar sebagai pintu perdagangan dan aktivitas maritim internasional.
Herman berharap, padatnya lalu lintas kapal di Dumai tidak hanya menjadi angka statistik. Seribu kapal per bulan harus dibaca sebagai peluang besar untuk memperkuat ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dumai punya potensi besar. Jangan sampai potensi sebesar ini hanya lewat begitu saja tanpa memberi manfaat maksimal bagi daerah,” tegasnya.
Edo Y - Masako TV