Oleh: Edo – Masako TV
DUMAI — Tokoh masyarakat, Atan Rizal, mengajak seluruh pihak untuk menjaga
Kota Dumai tetap aman dan kondusif di tengah polemik kebijakan yang menyangkut
masyarakat lokal dan Aliansi TKBM.
Dalam pernyataannya, Atan Rizal terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta apresiasi kepada pihak kepolisian, khususnya Polres Dumai, yang telah mengawal penyampaian aspirasi masyarakat sehingga berjalan tertib dan aman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian, khususnya Polres
Dumai, yang telah bersama-sama mengawal penyampaian aspirasi kami hari ini,”
ujar Atan Rizal.
Ia mengimbau seluruh pihak, baik instansi vertikal maupun horizontal, agar
bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif. Menurutnya, persoalan yang
terjadi hari ini harus menjadi pelajaran penting agar Kota Dumai tidak kembali
dihadapkan pada keresahan serupa di masa mendatang.
Atan Rizal menegaskan, praktik monopoli harus dihentikan demi kepentingan
masyarakat Dumai secara keseluruhan. Ia menilai masyarakat lokal selama ini
merasa tertekan oleh regulasi yang tidak pasti dan tidak memberikan kepastian
hukum.
“Selama ini kami merasa masyarakat lokal seperti terjajah oleh regulasi yang
tidak pasti dan tidak memberikan kepastian hukum,” tegasnya.
Menurut Atan Rizal, gerakan Aliansi TKBM bukan gerakan yang muncul
tiba-tiba. Ia menyebut, aksi tersebut lahir dari akar rumput masyarakat lokal
yang merasa haknya terancam, ruang kerjanya terdesak, dan kearifan lokalnya
tidak dihargai.
Ia juga menyampaikan bahwa sekitar seribu masyarakat hadir memberikan
dukungan terhadap gerakan Aliansi TKBM. Kehadiran massa tersebut, menurutnya,
menjadi tanda bahwa keresahan masyarakat sudah sangat besar dan perlu segera
direspons secara serius oleh pemerintah.
“Gerakan ini lahir dari akar rumput masyarakat lokal yang selama ini merasa
tertindas dan tertekan oleh sistem yang seolah-olah merampas hak masyarakat
lokal,” ungkapnya.
Atan Rizal meminta Pemerintah Kota Dumai ikut turun tangan menyelesaikan
persoalan tersebut. Ia berharap penyelesaian dilakukan secara adil, terbuka,
dan berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak.
Baginya, menjaga Dumai tetap aman bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung
jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Karena itu, setiap
kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat harus dibuat dengan keadilan,
kepastian hukum, dan penghormatan terhadap kearifan lokal.
“Kami meminta Pemerintah Kota Dumai ikut turun tangan menyelesaikan
persoalan ini agar Dumai tetap kondusif, aman, nyaman, dan terjaga demi masa
depan anak cucu kita,” tutup Atan Rizal.
Bagi masyarakat Dumai, perjuangan ini bukan sekadar soal pelabuhan. Ini
adalah suara akar rumput yang menuntut keadilan, kepastian, dan penghormatan
atas hak masyarakat lokal untuk tetap hidup dan bekerja di tanahnya sendiri.

.png)