Musnit ANGSUSPEL Dumai 2026: Penataan Angkutan Pelabuhan Harus Lebih Tegas dan Profesional

Dumai – Dewan Pimpinan Unit Organisasi Angkutan Sewa Khusus Pelabuhan atau DPU ORGANDA ANGSUSPEL Kota Dumai akan menggelar Musyawarah Unit (Musnit) sekaligus pelantikan ketua terpilih periode 2026–2031. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 24–25 Juni 2026.



Musnit ANGSUSPEL Dumai 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi, menata kembali barisan anggota, sekaligus menegaskan komitmen terhadap penataan angkutan sewa khusus di kawasan pelabuhan agar berjalan lebih tertib, legal, aman, dan profesional.

Ketua Panitia Pelaksana, Syahrun Al Raniri, menegaskan bahwa Musnit bukan hanya agenda pemilihan ketua baru, tetapi juga forum strategis untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

“Musnit ini adalah momentum penting. Kita tidak hanya memilih ketua baru, tetapi juga menegaskan arah perjuangan ANGSUSPEL Dumai agar lebih solid, tertib, dan profesional. Penataan angkutan pelabuhan harus lebih tegas, karena kawasan pelabuhan adalah wilayah vital yang berkaitan langsung dengan pelayanan, keselamatan, dan kelancaran logistik,” ujar Syahrun, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Syahrun, ketua yang terpilih nantinya harus memiliki keberanian, komitmen, dan kemampuan membangun komunikasi dengan seluruh pihak. Ia menilai, ANGSUSPEL Dumai membutuhkan kepemimpinan yang kuat agar mampu menjawab tantangan angkutan sewa khusus di kawasan pelabuhan.

“Siapapun yang terpilih harus mampu menyatukan anggota, menjaga marwah organisasi, dan membangun hubungan yang baik dengan pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta stakeholder kepelabuhanan. ANGSUSPEL harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar organisasi formalitas,” tegasnya.

Syahrun juga menjelaskan bahwa keberadaan ANGSUSPEL memiliki landasan hukum yang jelas. Organisasi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

Secara khusus, ANGSUSPEL mewadahi perusahaan angkutan sewa khusus yang beroperasi di kawasan pelabuhan. Keberadaannya diharapkan mampu membantu menertibkan operasional, menjamin keselamatan pengguna jasa, menciptakan persaingan usaha yang sehat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung kelancaran logistik nasional.

“Pelabuhan tidak boleh dikelola dengan pola yang semrawut. Semua harus tertib, terdata, dan berjalan sesuai aturan. Kalau angkutan di pelabuhan tidak tertata, dampaknya bisa mengganggu pelayanan, keselamatan, dan arus logistik. Karena itu, penataan harus dilakukan lebih tegas dan profesional,” tambah Syahrun.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Iwan, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan Musnit terus dimatangkan. Hingga saat ini, kesiapan kegiatan sudah mencapai sekitar 80 persen.

“Alhamdulillah, persiapan sudah mencapai sekitar 80 persen. Administrasi peserta, tempat kegiatan, koordinasi dengan DPC ORGANDA Kota Dumai, serta kebutuhan teknis lainnya sudah berjalan. Tinggal finalisasi lapangan agar Musnit dapat terlaksana dengan tertib, lancar, dan bermartabat,” ungkap Iwan.


 

Iwan menambahkan, panitia terus memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai mekanisme organisasi. Menurutnya, Musnit harus menjadi forum yang demokratis, tertib, dan mampu menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan ANGSUSPEL Dumai.

Lebih lanjut, Syahrun menegaskan bahwa sebelum pelaksanaan Musnit, panitia akan melakukan audiensi dan silaturahmi dengan sejumlah pihak penting di Kota Dumai. Pihak yang akan disambangi antara lain Wali Kota Dumai, Ketua DPRD Kota Dumai, Kapolres Dumai, Kepala KSOP Kelas I Dumai, GM Pelindo Regional I Dumai, serta instansi terkait lainnya.

“Audiensi ini penting untuk membangun sinergi. ANGSUSPEL tidak bisa bekerja sendiri. Penataan angkutan di kawasan pelabuhan membutuhkan dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, otoritas pelabuhan, Pelindo, dan seluruh stakeholder. Kita ingin langkah organisasi ini sejalan dengan kepentingan pelayanan publik dan kelancaran aktivitas pelabuhan,” jelas Syahrun.

 

Musyawarah Unit DPU ORGANDA ANGSUSPEL Dumai 2026 rencananya akan dihadiri seluruh


anggota aktif, perwakilan DPD ORGANDA Provinsi Riau, DPC ORGANDA Kota Dumai, unsur pemerintah, aparat keamanan, otoritas pelabuhan, Pelindo, serta para pemangku kepentingan di sektor transportasi dan kepelabuhanan.

Dengan digelarnya Musnit ini, ANGSUSPEL Dumai diharapkan memasuki babak baru kepemimpinan yang lebih kuat, lebih tertib, dan lebih berwibawa. Organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mewujudkan angkutan sewa khusus pelabuhan yang profesional, taat aturan, dan memberi manfaat nyata bagi pelayanan kepelabuhanan di Kota Dumai.

Redaksi.