Sempena Hari Mangrove Sedunia, PAB Club Dumai Targetkan Penanaman 10.000 Bibit Mangrove

Terapkan sistem tanam berumpun untuk menjaga pesisir dan mengamankan generasi mendatang.

DUMAI — LSM Pecinta Alam Bahari atau PAB Club Dumai menargetkan penanaman sebanyak 10.000 bibit mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Gerakan tersebut dipusatkan dari kawasan Bandar Bakau, Kota Dumai, dengan mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.”



Ketua PAB Club Dumai, Dt. Darwis Mohd. Saleh, menegaskan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia tidak boleh berhenti pada acara seremonial dan penyerahan bibit. Kegiatan harus dilanjutkan dengan penanaman, perawatan, serta pemulihan kawasan mangrove secara terukur.

“Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis jangan hanya menjadi buku atau dokumen formal. KLHS harus menjadi pedoman nyata dalam pembangunan dan perlindungan lingkungan Kota Dumai untuk 20 tahun mendatang,” tegasnya.

Penanaman direncanakan berlangsung pada minggu pertama Agustus di Kecamatan Sungai Sembilan, Kelurahan Geniot, dan beberapa titik yang memungkinkan di kawasan Sungai Dumai.

PAB Club Dumai juga akan menerapkan metode tanam berumpun dari zona belakang. Setiap lubang akan diisi tujuh batang bibit mangrove, dengan target sedikitnya lima batang dapat tumbuh. Metode ini dinilai lebih efektif, menekan biaya pemeliharaan, sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan restorasi.

Gerakan tersebut akan melibatkan nelayan, pencari kepiting, pencari siput, dan masyarakat yang kehidupannya bergantung pada kawasan mangrove.


Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, Ali Muhajirin, mengingatkan bahwa abrasi

di sejumlah kawasan pesisir sudah mengkhawatirkan. Lurah Pangkalan Sesai, Musdalena, turut mendorong perusahaan menyalurkan CSR untuk pelestarian Bandar Bakau.

Dukungan juga disampaikan Parlindungan Nasution dari PT Diamond Raya Timber, yang menyatakan kesiapan perusahaan melanjutkan kerja sama pelestarian mangrove bersama PAB Club Dumai.

Dt. Darwis menegaskan, konservasi tidak dapat dilakukan sendiri. Pemerintah, masyarakat, organisasi lingkungan, dan dunia usaha harus bergerak bersama agar mangrove tetap menjadi pelindung pesisir sekaligus sumber kehidupan masyarakat. 
edo Y - Masako TV