Berawal dari Silaturahmi FPK–LKKMD 17 Suku Dumai, Mahkota Melaka Siap Perkuat Edukasi dan Akses Layanan Kesehatan

 DUMAI – Kedekatan FPK–LKKMD 17 Suku Dumai dengan Mahkota Medical Centre Melaka ternyata bermula dari sebuah pertemuan dan silaturahmi yang sederhana.

Dari perkenalan antar tokoh, komunikasi tersebut kemudian berkembang menjadi pembicaraan mengenai edukasi kesehatan, akses pelayanan medis, benefit pengobatan hingga rencana kerja sama yang lebih terstruktur.

Cerita tersebut disampaikan Neo Peng Soon, Manager, International Marketing Mahkota Medical Centre Sdn Bhd, Melaka, Malaysia, ketika menjelaskan bagaimana dirinya akhirnya mengenal sejumlah tokoh di Kota Dumai.

Neo mengatakan, beberapa minggu sebelumnya dirinya berkunjung ke Dumai dan bertemu dengan Pak Ayu.

Dalam wawancara, Neo menyebut pertemuan tersebut berkaitan dengan sebuah yayasan kelenteng.

Dari Pak Ayu, ia kemudian diperkenalkan kepada Chandra Abdul Ghani serta para ketua suku.

“Kebetulan dua minggu lepas kita ada ke sini. Jadi kita ketemu sama Pak Ayu. Kemudian Pak Ayu kenalkan kami dengan Pak Chandra dan juga ketua-ketua suku yang lain,” cerita Neo.

Perkenalan tersebut berlangsung bertepatan dengan adanya pertemuan atau mesyuarat LKKMD.

Saat itulah pihak Mahkota mendapat kesempatan mengenal lebih dekat wadah yang menaungi berbagai unsur suku di Kota Dumai.

Neo Terkesan dengan Kebersamaan 17 Suku

Salah satu hal yang menarik perhatian Neo adalah keberadaan 17 suku dalam satu wadah.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan sesuatu yang istimewa.

“LKKMD ini banyak suku, 17 suku. Memang agak istimewa,” ujarnya.

Ia juga menilai Kota Dumai memiliki karakter tersendiri karena berbagai kelompok masyarakat dapat bergabung dan membangun komunikasi bersama.

“Di Dumai ini memang kotanya istimewa. Kebanyakannya bergabung,” katanya.

Pertemuan tersebut kemudian tidak hanya membahas persoalan organisasi maupun hubungan antarsuku.

Pihak Mahkota juga diberikan kesempatan untuk menjelaskan berbagai pelayanan kesehatan yang tersedia di Melaka.

Neo mengatakan kesempatan itu dimanfaatkan untuk berbagi informasi mengenai pelayanan medis.

“Kita selain daripada rapat, mereka jemput kami untuk terangkan dan jelaskan sedikit sebanyak tentang perubatan di Mahkota,” ungkapnya.



Masyarakat Dumai Dinilai Cukup Dekat dengan Melaka

Menurut Neo, pembicaraan mengenai pelayanan kesehatan relevan karena masyarakat Dumai cukup sering melakukan perjalanan ke Melaka untuk mendapatkan pengobatan.

Kedekatan Dumai dengan Melaka membuat arus masyarakat kedua wilayah sudah terbentuk sejak lama.

Karena itu, pihak Mahkota ingin memanfaatkan komunikasi tersebut untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat.

“Kami ambil kesempatan itu untuk sharing dengan masyarakat, khususnya masyarakat Dumai tentang perubatan kerana orang Dumai sering ke Melaka juga untuk berubat,” jelas Neo.

Informasi yang diberikan tidak hanya menyangkut jenis penyakit.

Pihak Mahkota juga ingin memperkenalkan pelayanan rumah sakit yang tersedia, sehingga masyarakat mengetahui pilihan fasilitas sebelum mengambil keputusan.

“Kami mahu kenalkan apa pelayanan rumah sakit yang ada dan tersedia,” katanya.

Bentuk Terima Kasih kepada Masyarakat Dumai

Neo mengatakan terdapat alasan lain di balik keinginan Mahkota mendekatkan diri dengan masyarakat Dumai.

Menurutnya, masyarakat Dumai selama ini telah memberikan dukungan kepada Mahkota Medical Centre dengan mempercayakan sebagian kebutuhan pelayanan kesehatan mereka kepada rumah sakit tersebut.

Karena itu, Mahkota juga ingin memberikan dukungan sosial kepada masyarakat.

“Kita mahu beri sokongan sosial untuk masyarakat Dumai kerana itu sebagai tanda terima kasih kepada masyarakat Dumai yang selalu memberi support kepada rumah sakit untuk mendapatkan kebutuhan kesehatan mereka,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dengan FPK–LKKMD tidak sekadar dipandang sebagai kerja sama bisnis.

Pihak Mahkota ingin menjadikannya sarana menjaga hubungan dengan masyarakat yang selama ini sudah mengenal layanan kesehatan di Melaka.

Berlanjut ke Pertemuan dengan Chandra dan Zainal

Komunikasi kemudian berlanjut ketika Neo bertemu kembali dengan jajaran LKKMD.

Dalam wawancara lain, ia menyebut pertemuan dengan Chandra Abdul Ghani dan Zainal Arif di Hotel Grand Zuri Dumai.

Pada pertemuan tersebut, pembicaraan menjadi lebih konkret.

Mahkota menawarkan kemungkinan benefit pelayanan kesehatan bagi anggota FPK–LKKMD 17 Suku Dumai yang berobat ke Melaka.

Benefit tersebut antara lain berupa potongan rawat inap hingga 10 persen, medical check-up 10 persen, manfaat tertentu pada hari ulang tahun pasien hingga 15 persen, serta potongan sekitar 20 persen pada beberapa jenis perawatan yang disebut dalam wawancara.

Meski diarahkan kepada anggota, masyarakat umum yang membutuhkan bantuan disebut dapat berkomunikasi dengan ketua-ketua suku.

Rekomendasi dari jaringan tersebut nantinya menjadi salah satu mekanisme untuk memperoleh dukungan dari pihak rumah sakit.

Akan Dikembangkan ke Edukasi Kesehatan

Hal yang lebih penting, komunikasi itu akan diarahkan menjadi kegiatan yang berlangsung di Dumai.

Neo menjelaskan pihak Mahkota ingin membuat seri edukasi kesehatan.

Dokter dapat didatangkan dari Melaka sesuai disiplin ilmu yang dibutuhkan masyarakat.

Agenda terdekat disebut direncanakan pada 5 September 2026, dengan pembahasan mengenai persoalan tulang, terutama lutut, serta microsurgery.

Peserta direncanakan harus melakukan pendaftaran karena jumlahnya terbatas.

Model tersebut memberikan gambaran bahwa hubungan FPK–LKKMD dan Mahkota tidak semata-mata meminta pasien datang ke Malaysia.

Sebaliknya, tenaga medis Mahkota juga direncanakan hadir di Dumai untuk memberikan edukasi terlebih dahulu.

FPK–LKKMD Bisa Menjadi Jembatan

Dengan struktur 17 suku yang dimiliki, FPK–LKKMD memiliki jaringan yang dapat menjangkau banyak lapisan masyarakat.

Hal inilah yang dapat membuat kerja sama kesehatan memiliki dampak lebih luas.

Ketua-ketua suku dapat berperan menyampaikan informasi, membantu anggota yang memerlukan arahan, maupun memberikan rekomendasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara Mahkota dapat memberikan dukungan dari sisi informasi medis, dokter, second opinion hingga pelayanan di Melaka apabila memang diperlukan.

Mahkota sendiri disebut Neo memiliki sekitar 300 tempat tidur, lebih dari 100 dokter spesialis, serta pelayanan dari berbagai bidang spesialis dan subspesialis.

Rumah sakit tersebut juga terus melakukan investasi pada teknologi medis seperti HIFU dan robotik.

Dari Pertemuan Sederhana Menjadi Peluang Kerja Sama

Apa yang awalnya hanya berupa perkenalan melalui silaturahmi kini berkembang menjadi peluang kerja sama kesehatan lintas negara.

FPK–LKKMD 17 Suku Dumai berada pada posisi sebagai penghubung masyarakat.

Sementara Mahkota Medical Centre hadir sebagai penyedia informasi, edukasi dan alternatif pelayanan kesehatan di Melaka.

Neo menilai keberadaan 17 suku yang bergabung dalam satu wadah merupakan kekuatan tersendiri.

Jika komunikasi kedua pihak terus berlanjut, hubungan tersebut berpotensi menghasilkan sejumlah kegiatan nyata, mulai seminar kesehatan, kedatangan dokter, pemberian benefit pelayanan hingga pendampingan masyarakat yang membutuhkan pengobatan.

Dari Dumai hingga Melaka, silaturahmi yang bermula dari pertemuan antartokoh itu kini membuka ruang baru: kerja sama kesehatan yang memanfaatkan kekuatan kebersamaan FPK–LKKMD 17 Suku Dumai untuk memberikan akses informasi dan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat.