Sekretaris Umum KONI Dumai Titip Pesan kepada Ketua Terpilih: “Utamakan Cabor dan Atlet, Perjuangkan Anggaran dan Gerakkan CSR”
DUMAI — Di tengah menghangatnya dinamika menuju kepemimpinan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai, nama tokoh fenomenal Datuk Muhammad Ali Akbar ikut mendapat perhatian kalangan olahraga.
Namun Datuk Ibar, sapaan akrab Muhammad Ali Akbar, menegaskan bahwa dirinya bukan calon Ketua Umum KONI Kota Dumai untuk periode sekarang.
Sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Dumai, ia memilih tetap menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya serta memberikan tenaga, pikiran dan pengalaman untuk kemajuan olahraga Dumai.
Menurut Datuk Ibar, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Ketua Umum KONI Dumai harus berani menyentuh persoalan paling nyata yang selama ini dirasakan cabang olahraga.
Bukan sekadar datang membawa sederet program baru.
“Siapapun Ketua Umum KONI Dumai yang terpilih nanti, perhatikan pesan saya ini. Jangan muluk-muluk bicara program. Cabor kita sebenarnya sudah punya banyak program. Yang paling penting adalah bagaimana mereka mempunyai kekuatan dana untuk menjalankannya.”
CABOR SUDAH PUNYA PROGRAM, PERKUAT KEMAMPUANNYA
Menurut Datuk Ibar, hampir seluruh cabang olahraga di Kota Dumai telah memiliki agenda dan program pembinaan masing-masing.
Cabor mengetahui bagaimana membina atlet, menyusun jadwal latihan, menentukan target kejuaraan, menyiapkan pelatih, memenuhi kebutuhan peralatan hingga mengikuti try out dan kompetisi.
Karena itu, persoalan utama bukan semata-mata menambah daftar program.
Persoalan sebenarnya adalah apakah cabang olahraga mempunyai dukungan yang cukup untuk menjalankan program tersebut secara konsisten.
Pembinaan membutuhkan fasilitas. Atlet membutuhkan latihan. Pelatih membutuhkan dukungan. Peralatan olahraga membutuhkan anggaran. Mengikuti kejuaraan juga membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi.
Semua itu tidak dapat dijalankan hanya dengan semangat.
“Prestasi membutuhkan pembinaan, dan pembinaan membutuhkan biaya. Jadi jangan hanya menuntut cabor menghasilkan medali kalau kekuatan pembinaannya belum kita berikan.”
Datuk Ibar menginginkan agar dana olahraga benar-benar memberikan manfaat langsung kepada cabang olahraga dan atlet.
Keberhasilan pembinaan, menurutnya, tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan organisasi. Yang jauh lebih penting adalah apakah atlet bisa berlatih dengan baik, cabor dapat mengikuti kejuaraan, peralatan tersedia dan kualitas pembinaan terus meningkat.
Sebab, cabor merupakan tempat prestasi itu dilahirkan.
Di sanalah atlet ditemukan, pelatih bekerja dan proses pembinaan berlangsung.
“KONI akan kuat kalau cabornya kuat. Kalau cabor hidup, pembinaan berjalan dan atlet mendapat kesempatan bertanding, prestasi akan mengikuti.”
PERDA KEOLAHRAGAAN HARUS MENJADI MOMENTUM
Datuk Muhammad Ali Akbar juga menaruh harapan besar terhadap pembahasan regulasi mengenai penyelenggaraan keolahragaan di Kota Dumai.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi olahraga Dumai yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Peraturan daerah tentang keolahragaan nantinya jangan hanya menjadi regulasi administratif. Regulasi itu diharapkan benar-benar memberikan arah terhadap pembinaan atlet, penguatan cabang olahraga, sarana dan prasarana, penghargaan terhadap atlet berprestasi serta keberlanjutan pembiayaan olahraga.
“Kalau kita melahirkan Perda Keolahragaan, jangan hanya bagus di atas kertas. Harus ada manfaat nyata yang dirasakan atlet dan cabor.”
Salah satu hal yang menjadi perhatian Datuk Ibar adalah keberpihakan anggaran.
Ia berharap ke depan terdapat komitmen pembiayaan olahraga yang lebih kuat, terukur dan berkelanjutan.
HARAPAN 0,5–2 PERSEN APBD UNTUK OLAHRAGA
Datuk Ibar berharap, apabila memungkinkan sesuai kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan yang berlaku, dukungan terhadap pembangunan serta pembinaan olahraga Kota Dumai dapat diarahkan pada kisaran 0,5 hingga 2 persen dari APBD Kota Dumai.
Menurutnya, angka tersebut merupakan sebuah harapan untuk membangun komitmen yang lebih kuat terhadap olahraga.
“Harapan saya, kalau memungkinkan dan sesuai ketentuan, ke depan kita bisa memperjuangkan dukungan sekitar 0,5 sampai 2 persen dari APBD untuk olahraga. Kalau kita serius menginginkan prestasi, pembinaannya juga harus mendapatkan perhatian serius.”
Bagi Datuk Ibar, anggaran olahraga bukan hanya biaya kegiatan.
Pembinaan olahraga merupakan investasi terhadap generasi muda, pembangunan sumber daya manusia sekaligus nama baik daerah.
Atlet yang berprestasi membawa nama Kota Dumai. Cabor yang kuat membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
Karena itu, target medali dan target prestasi harus berjalan seiring dengan dukungan pembinaan yang memadai.
“Kita jangan hanya bangga memasang target medali. Atlet harus latihan, pelatih harus bekerja dan cabor harus mengikuti kompetisi. Semua proses itu membutuhkan dukungan.”
CSR PERUSAHAAN HARUS MENJADI KEKUATAN BARU
Datuk Ibar tidak ingin seluruh pembiayaan olahraga hanya dibebankan kepada APBD.
Menurutnya, Dumai mempunyai kekuatan industri yang besar. Banyak perusahaan beroperasi, tumbuh dan berkembang di Kota Dumai.
Potensi tersebut harus mampu dijembatani agar ikut memberikan manfaat bagi pembinaan generasi muda dan olahraga.
Karena itu, Datuk Ibar mendorong agar CSR perusahaan untuk olahraga digarap secara lebih serius, terarah dan berkelanjutan, tentunya sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukungan CSR untuk olahraga, menurutnya, jangan hanya bersifat seremonial.
Jangan sekadar memberikan kostum, berhenti pada pemasangan logo dalam sebuah turnamen atau hanya hadir satu kali ketika ada kegiatan besar.
Dukungan dunia usaha harus diarahkan kepada kebutuhan pembinaan yang nyata: atlet, peralatan, latihan, try out, keikutsertaan dalam kejuaraan dan peningkatan prestasi.
“APBD kita perjuangkan, CSR perusahaan juga kita gerakkan. Kalau dua kekuatan ini bisa berjalan dengan baik, saya yakin cabor Dumai akan jauh lebih kuat.”
Datuk Ibar menilai KONI ke depan harus mampu membangun komunikasi yang kuat dengan pemerintah daerah, DPRD dan dunia usaha.
KONI tidak boleh hanya berfungsi sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi harus menjadi jembatan yang mampu memperjuangkan kepentingan cabang olahraga dan atlet.
SIAPAPUN KETUA TERPILIH, PERHATIKAN PESAN SAYA
Datuk Muhammad Ali Akbar menitipkan pesan tersebut kepada siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan menjadi Ketua Umum KONI Kota Dumai.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam pemilihan Ketua Umum merupakan hal biasa.
Namun setelah ketua terpilih ditetapkan, kepentingan olahraga Dumai harus kembali ditempatkan di atas semuanya.
“Siapapun Ketua Umum KONI Dumai yang terpilih nanti, saya titip pesan: utamakan cabor dan atlet. Kawal kepentingan olahraga, perjuangkan anggarannya dan bangun komunikasi serius dengan perusahaan agar CSR ikut memperkuat pembinaan.”
Ia juga berharap ketua terpilih ikut mengawal kebijakan keolahragaan agar benar-benar berpihak kepada pembinaan.
“Kalau memungkinkan dan sesuai aturan, perjuangkan komitmen anggaran olahraga yang lebih kuat. Harapan saya 0,5 sampai 2 persen dari APBD. Kemudian gerakkan CSR perusahaan. Jangan biarkan cabor terus berjuang sendiri mencari biaya.”
Baginya, inilah salah satu pekerjaan besar KONI.
Bukan berlomba menciptakan sebanyak mungkin program, tetapi membuat cabang olahraga mempunyai kekuatan untuk menjalankan program yang sudah mereka miliki.
BUKAN CALON KETUA UMUM, MASIH SIAP BERBAKTI
Datuk Muhammad Ali Akbar kembali menegaskan bahwa pemikiran tersebut bukan bagian dari kampanye pencalonannya.
Ia tidak maju sebagai calon Ketua Umum KONI Dumai untuk periode sekarang.
Datuk Ibar memilih tetap mengabdi dari posisi Sekretaris Umum KONI Kota Dumai dan siap membantu siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan memimpin KONI.
“Saya tidak maju sekarang. Siapapun yang terpilih, kita dukung untuk membawa olahraga Dumai semakin baik. Saya tetap siap berbakti untuk prestasi olahraga Dumai.”
Baginya, pengabdian tidak harus selalu dilakukan dari kursi Ketua Umum.
Yang jauh lebih penting adalah apa yang dapat diberikan kepada olahraga.
Masih banyak cabor yang membutuhkan dukungan, masih banyak atlet yang harus dibina dan masih banyak potensi olahraga Dumai yang dapat dikembangkan.
DATUK, SEKUM DAN TOKOH FENOMENAL
Selain dikenal sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Dumai, Muhammad Ali Akbar juga aktif dalam lingkungan adat dan kemasyarakatan.
Predikat Datuk yang melekat pada namanya memiliki landasan organisasi adat. Ia tercatat sebagai Penyelaras Bidang Hubungan Organisasi dan Kemasyarakatan pada Dewan Pimpinan Harian LAMR Kota Dumai masa khidmat 2023–2028.
Perpaduan pengalaman di dunia olahraga, organisasi dan kemasyarakatan membuat Datuk Ibar memiliki warna tersendiri.
Ia memahami dinamika KONI dari dalam, mengetahui persoalan yang dihadapi cabor sekaligus memahami kebutuhan atlet.
Karena itulah pesan yang disampaikannya sederhana:
“Jangan terlalu banyak menjanjikan program kalau cabor belum memiliki kekuatan untuk menjalankannya.”
2030, DATUK IBAR SIAP JIKA DIPERCAYA CABOR
Meski tidak maju dalam pemilihan Ketua Umum KONI Dumai untuk periode sekarang, Datuk Muhammad Ali Akbar tidak menutup pintu untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar pada masa mendatang.
Namun baginya, sekarang bukan waktunya berkampanye untuk 2030.
Masih ada waktu panjang untuk bekerja dan membuktikan pengabdian kepada olahraga Dumai.
Jika kelak cabang-cabang olahraga memberikan kepercayaan dan menginginkannya mengambil tanggung jawab lebih besar, Datuk Muhammad Ali Akbar menyatakan siap mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Kota Dumai untuk periode 2030–2034.
“Sekarang saya bukan calon. Kita bekerja dan berbakti dulu. Kalau nanti tahun 2030 cabor memberikan kepercayaan dan menginginkan saya mengambil tanggung jawab yang lebih besar, insyaallah saya siap.”
Tidak perlu memulainya dengan kampanye.
Tidak perlu memulainya dengan janji.
Mulailah dengan bekerja untuk olahraga.
Bekerja untuk cabor dan atlet. Memperjuangkan pembinaan. Memperkuat anggaran. Mengawal kebijakan olahraga. Serta membuka ruang agar perusahaan ikut mengambil bagian dalam membangun prestasi.
Pada akhirnya, pesan tokoh fenomenal Datuk Muhammad Ali Akbar kepada siapa pun yang nantinya menjadi Ketua Umum KONI Dumai tetap sama:
“Jangan lupakan cabor dan atlet. Perkuat pembinaannya, perjuangkan anggarannya dan gerakkan CSR perusahaan. Kalau cabor kuat, prestasi olahraga Dumai juga akan kuat.”
Hari ini Datuk Ibar bukan calon Ketua Umum KONI Dumai. Ia memilih tetap bekerja dan berbakti. Namun ketika 2030 tiba dan kepercayaan cabor datang, ia menyatakan siap mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk olahraga Dumai.
Ditulis oleh: Iwang

