DUMAI – Penjajakan kerja sama FPK–LKKMD 17 Suku Dumai dengan Mahkota Medical Centre Melaka tidak hanya menyangkut benefit pengobatan bagi anggota. Kedua pihak juga merancang kegiatan edukasi kesehatan dengan menghadirkan dokter secara langsung ke Kota Dumai.
Agenda terdekat direncanakan berlangsung pada 5 September 2026, dengan pembahasan yang berfokus pada persoalan tulang, terutama lutut, serta pelayanan terkait microsurgery.
Hal tersebut disampaikan Neo Peng Soon, Manager, International Marketing Mahkota Medical Centre Sdn Bhd, dalam wawancara saat berada di Dumai.
Menurut Neo, pihak Mahkota ingin membangun kerja sama yang tidak berhenti pada pemberian akses ketika masyarakat sudah sakit dan membutuhkan pengobatan.
Salah satu program yang ingin dikembangkan adalah rangkaian atau seri edukasi kesehatan.
“Setelah ada MoU, kita akan buat satu siri. Nanti ada pencerahan kesihatan,” ujar Neo.
Konsepnya, Mahkota akan menghadirkan dokter dengan disiplin ilmu berbeda sesuai persoalan kesehatan yang dinilai menjadi kebutuhan masyarakat.
“Kami akan datangkan dokter, khususnya dokter tergantung pada disiplin tertentu yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dokter Mahkota Dijadwalkan Datang ke Dumai
Untuk agenda terdekat, Neo menyebut kegiatan kesehatan dijadwalkan pada 5 September.
Dalam wawancara, ia menyebut dua dokter sebagai Dr. Sio dan Dr. Microsen.
Keduanya direncanakan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai persoalan tulang dan lutut serta pelayanan terkait microsurgery sebagaimana disampaikan Neo dalam wawancara.
Ia mengatakan kehadiran dokter tersebut dimaksudkan agar masyarakat memperoleh pemahaman lebih baik terhadap gangguan kesehatan yang dihadapi.
“Datangkan khususnya untuk beri pencerahan tentang kesakitan lutut, khususnya tulang lutut dan juga pembedahan microsurgery,” jelasnya.
Agenda seperti ini dinilai penting karena banyak pasien terkadang baru mencari informasi setelah kondisi penyakit cukup mengganggu.
Melalui seminar, masyarakat diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai keluhan, pilihan pemeriksaan serta kemungkinan tindakan medis yang tersedia.
Terbuka untuk Masyarakat, Peserta Harus Terdaftar
Neo menjelaskan kegiatan tersebut direncanakan bersifat terbuka.
Namun bukan berarti masyarakat dapat datang tanpa pendaftaran.
Jumlah peserta dibatasi sehingga calon peserta perlu melakukan registrasi terlebih dahulu.
“Dia terbuka, tapi harus daftar. Terbuka tetapi tetap pesertanya terdaftar sebab ada terbatas untuk pesertanya,” ujarnya.
Pembatasan peserta tersebut diharapkan membuat kegiatan lebih terarah sehingga dokter dapat menyampaikan edukasi secara efektif.
FPK–LKKMD 17 Suku Dumai diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan penyampaian informasi kepada anggota dan masyarakat.
Melalui jaringan ketua-ketua suku, informasi mengenai seminar kesehatan tersebut dapat diteruskan kepada warga yang memang membutuhkan.
Bisa Jadi Pintu Mendapatkan Second Opinion
Menurut Neo, tujuan kegiatan kesehatan bukan semata-mata mengarahkan masyarakat untuk langsung berobat ke Melaka.
Masyarakat terlebih dahulu dapat memperoleh informasi dan pemahaman terhadap kondisi kesehatan serta berbagai pilihan penanganan.
Apabila setelah itu pasien membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, Mahkota membuka kemungkinan untuk mendapatkan second opinion.
“Kalau ada kebutuhan untuk rawatan atau perobatan ini, dia bisa datang ke Melaka untuk second opinion atau menerima rawatan,” ujarnya.
Second opinion menjadi penting terutama bagi pasien yang ingin mendapatkan pandangan tambahan sebelum mengambil keputusan terhadap tindakan medis.
Dengan adanya dokter yang memberikan edukasi langsung di Dumai, masyarakat setidaknya dapat mengetahui lebih dahulu jenis layanan dan bidang keahlian yang tersedia.
Seminar Dirancang Menjadi Seri Berkelanjutan
Kegiatan 5 September bukan satu-satunya agenda yang direncanakan.
Neo mengatakan Mahkota ingin membuat sebuah seri kegiatan kesehatan.
Dokter yang dihadirkan nantinya dapat berbeda-beda sesuai kebutuhan masyarakat.
Jika suatu saat kebutuhan lebih banyak berkaitan dengan bidang lain, dokter dari disiplin tersebut dapat didatangkan.
Model ini membuka peluang adanya kegiatan edukasi kesehatan secara berkala antara Mahkota Medical Centre dengan FPK–LKKMD 17 Suku Dumai.
Dengan demikian, hubungan kedua lembaga tidak hanya berlangsung ketika ada anggota yang memerlukan pengobatan.
Edukasi kesehatan dapat berjalan lebih dahulu sebagai bentuk pencegahan dan peningkatan pengetahuan masyarakat.
Didukung Lebih dari 100 Dokter Spesialis
Neo menyebut Mahkota Medical Centre memiliki lebih dari 100 dokter spesialis dan kapasitas sekitar 300 tempat tidur.
Menurutnya, terdapat tenaga medis dari berbagai bidang spesialis dan subspesialis.
Sebagian memiliki pengalaman pendidikan dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Australia, United Kingdom maupun Taiwan.
Mahkota juga disebut mengembangkan pelayanan berbasis teknologi.
Dalam wawancara, Neo menyebut teknologi HIFU dan robotik yang digunakan pada bidang tertentu seperti urologi, bedah umum, kolorektal dan penanganan sendi lutut.
Dengan kapasitas tersebut, Mahkota melihat edukasi langsung kepada masyarakat sebagai salah satu langkah memperkenalkan pilihan pelayanan berdasarkan kebutuhan pasien.
FPK–LKKMD Jadi Jembatan Informasi
Keberadaan FPK–LKKMD yang menaungi 17 suku di Dumai menjadi perhatian pihak Mahkota.
Neo menilai jaringan tersebut memiliki keistimewaan karena terdiri dari banyak kelompok suku tetapi dapat berhimpun dalam satu wadah.
Jaringan itu dinilai potensial menjadi mitra untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, FPK–LKKMD dapat memanfaatkan kerja sama tersebut untuk menambah akses edukasi bagi anggota.
Jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan lebih lanjut untuk pelayanan di Melaka, mekanisme rekomendasi melalui ketua suku juga dapat digunakan sebagaimana dijelaskan Neo.
Dengan demikian, seminar 5 September menjadi salah satu langkah awal untuk menerjemahkan komunikasi kedua pihak menjadi kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat.
Bukan hanya berbicara mengenai rumah sakit dan layanan pengobatan, namun juga menghadirkan dokter dan pengetahuan kesehatan lebih dekat kepada warga Dumai.
.png)
.png)