DUMAI – FPK–LKKMD 17 Suku Dumai membuka peluang kerja sama di bidang pelayanan kesehatan dengan Mahkota Medical Centre Sdn Bhd, Melaka, Malaysia. Penjajakan ini diarahkan untuk memberikan kemudahan akses, informasi pelayanan medis, hingga sejumlah benefit bagi anggota 17 suku yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan di Melaka.
Rencana tersebut disampaikan Neo Peng Soon, Manager, International Marketing Mahkota Medical Centre Sdn Bhd, saat berada di Kota Dumai.
Menurut Neo, komunikasi dengan FPK–LKKMD berawal dari pertemuan dengan sejumlah tokoh di Dumai beberapa pekan sebelumnya. Dari silaturahmi tersebut, pihak Mahkota kemudian berkenalan dengan jajaran pengurus serta ketua-ketua suku yang tergabung dalam wadah 17 suku.
Pertemuan berlanjut saat Neo bertemu dengan Chandra Abdul Ghani dan Zainal Arif di Hotel Grand Zuri Dumai.
Dari komunikasi itu, muncul tawaran kerja sama agar anggota FPK–LKKMD 17 Suku Dumai yang membutuhkan pelayanan kesehatan di Malaysia, khususnya Melaka, bisa memperoleh sejumlah kemudahan.
“Kita ada tawaran dengan LKKMD untuk anggota-anggotanya yang mahu berobat ke Malaysia, khususnya ke Melaka. Jadi kami ada benefit untuk perubatan,” ujar Neo.
Menurutnya, salah satu bentuk manfaat yang dapat diberikan berkaitan dengan potongan biaya terhadap beberapa jenis layanan kesehatan di Mahkota Medical Centre.
Diskon Rawat Inap hingga Medical Check-Up
Neo menjelaskan, bagi anggota yang menjalani rawat inap di Mahkota Medical Centre, tersedia benefit berupa diskon hingga 10 persen.
Selain rawat inap, fasilitas potongan juga disebut berlaku untuk pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU).
“Kalau berubat atau rawat inap di Rumah Sakit Mahkota, kita ada diskaun sampai 10 persen. Kemudian ada 10 persen untuk MCU, medical check-up,” katanya.
Benefit lain juga disiapkan bagi pasien atau anggota yang melakukan pelayanan kesehatan bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
Menurut Neo, pada kondisi tersebut potongan dapat mencapai 15 persen.
“Kalau hari ulang tahun pasien atau anggotanya, boleh sampai 15 persen diskaunnya,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat beberapa jenis pelayanan tertentu yang menurut Neo dapat memperoleh potongan sekitar 20 persen, di antaranya pelayanan estetik dan dental.
Skema benefit tersebut menjadi salah satu poin yang ditawarkan dalam penjajakan hubungan antara Mahkota Medical Centre dan FPK–LKKMD 17 Suku Dumai.
Masyarakat Umum Juga Bisa Dibantu
Meski manfaat utama diarahkan untuk anggota yang berada dalam jaringan FPK–LKKMD, Neo mengatakan masyarakat umum yang membutuhkan bantuan juga tidak sepenuhnya tertutup dari kemungkinan mendapatkan dukungan.
Menurutnya, masyarakat dapat berkomunikasi dengan ketua-ketua suku yang tergabung dalam wadah tersebut.
Dengan adanya rekomendasi dari pengurus atau ketua suku, pihak Mahkota menyatakan siap membantu memberikan informasi maupun pelayanan sesuai kebutuhan pasien.
“Kalau masyarakat umum yang membutuhkan bantuan ataupun dukungan ini, mereka boleh menghubungi ketua-ketua suku untuk dibantu. Yang penting ada rekomendasi daripada mereka,” ujar Neo.
Ia menegaskan pihak rumah sakit pada prinsipnya siap membantu ketika mekanisme rekomendasi tersebut terpenuhi.
“Yang penting ada rekomendasi. Jadi kami dari rumah sakit akan sedia membantu,” katanya.
Model seperti ini dinilai dapat membantu masyarakat Dumai yang sebelumnya belum memiliki informasi yang cukup mengenai prosedur berobat, pilihan dokter maupun layanan yang tersedia di Melaka.
Mahkota Miliki Sekitar 300 Tempat Tidur
Dalam kesempatan tersebut, Neo juga menjelaskan kapasitas Mahkota Medical Centre.
Menurutnya, rumah sakit tersebut memiliki sekitar 300 tempat tidur dan didukung oleh lebih dari 100 dokter spesialis dari berbagai bidang.
Mayoritas dokter merupakan tenaga medis Malaysia.
Namun, menurut Neo, sejumlah dokter di Mahkota memiliki latar belakang pendidikan maupun pengalaman di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, United Kingdom hingga Taiwan.
“Mereka rata-rata memang dokter Malaysia. Tapi ada yang mendapat pendidikan di Amerika Syarikat, Australia, United Kingdom, dan ada juga dari Taiwan,” jelasnya.
Dokter-dokter tersebut menangani berbagai bidang spesialis dan subspesialis.
Neo menyebut hal itu sebagai salah satu kekuatan Mahkota Medical Centre dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien lokal maupun pasien dari luar Malaysia.
Investasi Teknologi Kedokteran
Mahkota, lanjut Neo, juga terus memperkuat fasilitas melalui investasi pada teknologi medis.
Dalam wawancara tersebut ia menyebut keberadaan teknologi HIFU, termasuk untuk penanganan kondisi tertentu seperti miom pada perempuan.
Selain itu, rumah sakit juga memiliki teknologi robotik yang digunakan dalam beberapa bidang pelayanan.
“Mahkota memang mengutamakan dari segi teknologi perubatan. Kita banyak investasi,” katanya.
Teknologi robotik tersebut, menurut Neo, antara lain mendukung pelayanan urologi, bedah umum, kolorektal, hingga penanganan terkait sendi lutut atau TKR.
Bukan Sekadar Akses Berobat
Rencana kerja sama dengan FPK–LKKMD 17 Suku Dumai juga tidak hanya diarahkan pada pasien yang sudah memutuskan berobat ke Melaka.
Pihak Mahkota berencana melengkapinya dengan agenda edukasi kesehatan dengan menghadirkan dokter ke Dumai sesuai kebutuhan masyarakat.
Artinya, hubungan yang dibangun diharapkan mencakup akses informasi, edukasi, second opinion hingga pelayanan medis apabila pasien memang membutuhkan perawatan lanjutan.
Bagi FPK–LKKMD 17 Suku Dumai, penjajakan tersebut dapat menjadi salah satu pintu untuk memperluas jaringan pelayanan bagi anggota.
Sementara bagi Mahkota Medical Centre, kerja sama itu menjadi upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat Dumai yang selama ini disebut cukup sering menjadikan Melaka sebagai salah satu tujuan mendapatkan layanan kesehatan.
Jika rencana kerja sama tersebut berlanjut dan dituangkan dalam kesepahaman resmi, FPK–LKKMD 17 Suku Dumai berpotensi menjadi penghubung antara masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dengan Mahkota Medical Centre di Melaka.
.png)
.png)