DUMAI — Masyarakat Sipil Anti Korupsi (MASAKO) mendesak instansi terkait membuka data pengawasan kesehatan kapal internasional yang masuk ke Pelabuhan Dumai selama 2024, 2025 hingga 2026.
Desakan itu disampaikan melalui surat Nomor 111/MASAKO-TV/GCA/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026 kepada Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Dumai, KSOP Kelas I Dumai, Dinas Kesehatan Kota Dumai serta perusahaan dan agen pelayaran internasional.
Direktur MASAKO, Edo Yulihendri, mengatakan keterbukaan data penting untuk memastikan pengawasan kesehatan di pintu masuk internasional benar-benar berjalan efektif, bukan sekadar administratif.
MASAKO meminta data jumlah kapal internasional yang masuk, jumlah kapal yang diperiksa, kondisi kesehatan awak kapal, pemenuhan dokumen kesehatan, hingga temuan faktor risiko seperti tikus, kecoa, lalat, serangga dan vektor penyakit lainnya.
MASAKO juga mempertanyakan berapa kapal yang telah menjalani deratisasi atau disinseksi, serta bagaimana mekanisme penanganan jika ditemukan awak kapal dengan gejala penyakit menular.
Sorotan juga diarahkan pada koordinasi antara BKK, KSOP, Dinas Kesehatan, Pelindo dan perusahaan pelayaran. MASAKO meminta kejelasan siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang berwenang mengambil tindakan apabila ditemukan faktor risiko kesehatan pada kapal.
“Yang kami minta sederhana: buka datanya. Berapa kapal yang masuk, berapa yang diperiksa, apa yang ditemukan dan tindakan apa yang dilakukan. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana pintu masuk internasional ini diawasi dari sisi kesehatan,” tegas Edo.
MASAKO menegaskan permintaan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap kapal internasional maupun investasi.
“Kapal tetap datang, perdagangan tetap berjalan, investasi tetap tumbuh. Tetapi jangan sampai aspek kesehatan masyarakat menjadi nomor dua,” ujarnya.
MASAKO berharap instansi terkait segera memberikan klarifikasi dan data agregat agar publik dapat menilai secara objektif apakah sistem pengawasan kesehatan kapal internasional di Pelabuhan Dumai telah berjalan secara maksimal.
MASAKO TV
.png)
.png)