MASAKO: KESELAMATAN ANAK TIDAK BOLEH DIKOMPROMIKAN, USUT TUNTAS DUGAAN KERACUNAN MBG

 DUMAI – Direktur Masyarakat Sipil Anti Korupsi (MASAKO), Edo Yulihendri, meminta Pemerintah Kota Dumai, Dinas Kesehatan, serta seluruh pihak terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh dan transparan terhadap dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa SDN 13 dan SDN 15 Kelurahan Buluh Kasap setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Edo, hasil pem


eriksaan laboratorium memang harus ditunggu sebelum menyimpulkan penyebab kejadian. Namun, proses investigasi tidak boleh berhenti hanya pada pemeriksaan sampel makanan.

“Kita tidak boleh mendahului hasil laboratorium. Tetapi ketika puluhan anak harus mendapatkan penanganan medis, maka seluruh rantai penyelenggaraan MBG harus diperiksa. Mulai dari bahan baku, pemasok, proses memasak, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi makanan ke sekolah,” tegas Edo Yulihendri.

MASAKO meminta hasil pemeriksaan laboratorium nantinya dibuka secara transparan kepada publik, termasuk langkah evaluasi yang dilakukan terhadap dapur dan mitra penyelenggara.

“Program MBG adalah program yang sangat baik dan menyangkut kepentingan jutaan anak. Justru karena itu, standar keamanan pangannya tidak boleh longgar. Keselamatan anak harus menjadi prioritas tertinggi, bukan sekadar mengejar jumlah porsi yang dibagikan,” ujarnya.


 

Edo juga meminta agar dilakukan audit dan evaluasi SOP dapur MBG yang melayani SDN 13 dan SDN 15 Buluh Kasap. Apabila nantinya ditemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur, pihak yang bertanggung jawab harus diberikan tindakan sesuai ketentuan.

“Jangan ada yang ditutup-tutupi dan jangan pula terburu-buru menuduh sebelum bukti keluar. Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah fakta, transparansi dan jaminan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Edo.

MASAKO juga meminta pemerintah memastikan seluruh siswa yang terdampak memperoleh pelayanan kesehatan dan pendampingan sampai benar-benar pulih.

Edo Yulihendri
Direktur MASAKO