Pak Ayu Junaidi Berdiri di Balik Silaturahmi 17 Suku: Pendiri LKKMD Tegaskan Dumai Tak Boleh Pecah karena Perbedaan

DUMAI — Silaturahmi Kebangsaan FPK-LKKMD yang mempertemukan 17 suku di Kota Dumai berlangsung Jumat malam, 21 Agustus 2026, di Kelenteng Hock Liong Kiong, Jalan Kelakap Tujuh, Kelurahan Ratu Sima, Kota Dumai.




Penasehat sekaligus salah seorang Pendiri LKKMD, Pak Ayu Junaidi, menyebut kegiatan tersebut sebagai sebuah kebanggaan bagi masyarakat Kota Dumai.

Pak Ayu yang juga menjadi sponsor tunggal kegiatan Silaturahmi Kebangsaan FPK-LKKMD menegaskan bahwa keberagaman suku dan agama tidak boleh berubah menjadi sumber perpecahan.

“Ini satu kebanggaan buat kita Dumai. Inilah salah satu contohnya kita bisa bersama, bisa bersatu,” ujar Pak Ayu.

Menurutnya, Dumai dihuni masyarakat dengan beragam suku, agama dan organisasi.

Namun kenyataan tersebut tidak menghalangi masyarakat untuk berkumpul dan berdiri dalam semangat yang sama.

“Biarpun sukunya berbeda-beda, agamanya berbeda-beda, tapi kita tetap bersatu,” tegas Pak Ayu.

Semangat Lama LKKMD Dihidupkan Kembali

Sebagai salah seorang pendiri LKKMD, Pak Ayu mengingatkan bahwa semangat kebersamaan tersebut telah dibangun sejak lama.

Kegiatan serupa pernah dilaksanakan, kemudian sempat terhenti sebelum akhirnya kembali dihidupkan.

“Ini sudah yang kedua kali. Dulu pernah, tetapi sempat berhenti. Sekarang kita kembali,” katanya.

Menurut Pak Ayu, sangat disayangkan apabila momentum yang telah kembali tumbuh tidak dilanjutkan.

Karena itu, ia memberikan dukungan agar Silaturahmi Kebangsaan menjadi agenda rutin.

“Mudah-mudahan bisa kita buat setiap tahun sekali. Kalau memungkinkan bisa dua kali,” ujarnya.

Pak Ayu mengatakan masyarakat Dumai telah memberikan contoh bahwa banyaknya perbedaan tidak otomatis membuat masyarakat terpecah.

“Di Dumai ini sukunya sangat banyak, agamanya beragam, organisasi juga cukup banyak. Insyaallah malam ini kenyataannya bisa kita bersatu,” katanya.

Dumai Bisa Jadi Contoh

Pak Ayu berharap apa yang dilakukan di Dumai dapat menginspirasi daerah lain.

Menurutnya, apabila kota dengan keberagaman masyarakat yang tinggi seperti Dumai mampu menjaga persatuan, maka daerah lain juga dapat melakukan hal yang sama.

“Dumai bisa menjadi contoh. Mudah-mudahan kota lain ikut kita,” katanya.

Bagi Pak Ayu, dukungan terhadap kegiatan tersebut bukan hanya persoalan pembiayaan.

Lebih penting dari itu adalah memastikan ruang silaturahmi lintas suku terus hidup.

Dumai tidak boleh menjadi kota yang terpecah hanya karena perbedaan.

Justru semakin banyak suku, agama dan budaya yang hidup di dalamnya, semakin besar tanggung jawab bersama untuk menjaga persaudaraan.

...ditulis Oleh Iwang