Petugas Bisa Membersihkan Hari Ini, Sampah Kembali Menumpuk Setelah Pasang Datang
DUMAI – Petugas kebersihan di Kelurahan Rimba Sekampung menghadapi tantangan yang tidak biasa. Bukan hanya membersihkan sampah yang dibuang masyarakat, mereka juga harus menghadapi sampah yang kembali terbawa air pasang.

Lurah Rimba Sekampung, Roslaily, S.Sos, mengungkapkan kondisi tersebut membuat pembersihan drainase dan lingkungan terkadang harus dilakukan berulang kali.
Hari ini parit bisa dibersihkan. Namun setelah air pasang masuk dan kemudian surut, sampah kembali tertinggal di saluran maupun kawasan daratan.
“Air pasang ini membawa sampah ke darat. Kadang hari ini sudah kami bersihkan, setelah pasang datang sampah menumpuk lagi. Itu yang membuat kami harus bekerja ekstra,” kata Roslaily.
Kondisi geografis Rimba Sekampung yang terdampak pasang membuat persoalan sampah menjadi lebih kompleks.
Sampah yang dibuang ke sungai, parit atau saluran air tidak selalu hilang dari pandangan.
Ketika pasang datang, sebagian justru dapat kembali masuk ke lingkungan masyarakat.
Akibatnya, pekerjaan petugas kebersihan seperti tidak pernah benar-benar selesai.
Setelah satu titik dibersihkan, sampah bisa kembali muncul pada titik yang sama.
Roslaily mengatakan petugas drainase memiliki jadwal kerja, tetapi jadwal tersebut dapat berubah apabila ada laporan masyarakat atau Ketua RT mengenai saluran yang tersumbat dan membutuhkan tindakan cepat.
“Kami memang punya jadwal. Tapi kalau ada laporan warga atau RT dan setelah dilihat memang harus segera dikerjakan, kami prioritaskan. Jadi tidak harus menunggu jadwal berikutnya,” jelasnya.
Jumlah tenaga yang menangani drainase juga terbatas.
Karena itu, penentuan skala prioritas menjadi penting agar titik yang berpotensi menimbulkan masalah lebih besar dapat segera ditangani.
Selain membersihkan drainase, pihak kelurahan bersama LPS juga terus memantau lokasi-lokasi yang sebelumnya menjadi titik pembuangan sampah liar.
Spanduk larangan membuang sampah dipasang di sejumlah lokasi, sementara pemantauan dan patroli dilakukan untuk mencegah warga kembali menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat pembuangan.
Menurut Roslaily, sebagian titik yang sebelumnya dipenuhi sampah mulai dapat dikendalikan.
Namun persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya bergantung pada petugas kebersihan.
Masyarakat juga harus menghentikan kebiasaan membuang sampah ke saluran air.
Sebab sampah yang dibuang ke parit atau sungai pada akhirnya tidak benar-benar pergi.
Ketika pasang datang, sampah itu bisa kembali ke daratan dan kembali menjadi persoalan warga sendiri.
Inilah yang membuat persoalan kebersihan di Rimba Sekampung tidak hanya membutuhkan armada dan petugas, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.
Petugas boleh bekerja setiap hari. Drainase boleh dibersihkan berulang kali. Namun selama sampah masih dibuang sembarangan ke saluran dan sungai, siklus yang sama akan terus terjadi.
Hari ini dibersihkan, besok pasang datang, sampah kembali. Rimba Sekampung akhirnya menghadapi pertarungan yang sama berulang kali—dan rantainya hanya bisa diputus jika pembuangan sampah dari sumbernya ikut dihentikan.
eDO y - MASAKO TV
