Hanya Empat Petugas Tangani Drainase, Gotong Royong Dihidupkan dan Pemilahan Sampah Mulai Didorong dari Rumah
DUMAI – Ketua LPS Rimba Sekampung, Sumiati, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas dan armada pengangkut.
Sejak menerima amanah memimpin LPS pada akhir Mei 2026, Sumiati mengaku melihat langsung besarnya tantangan pengelolaan kebersihan di Rimba Sekampung, mulai dari drainase tersumbat, sampah liar hingga keterbatasan tenaga.
Ia menegaskan, menerima jabatan Ketua LPS bukan karena persoalan gaji.
“Yang saya pikir pertama bukan gaji, tetapi bagaimana saya sebagai warga masyarakat bisa bermanfaat untuk orang banyak,” ujar Sumiati.
Saat ini, dari sekitar 14 petugas di luar pengurus LPS, hanya sekitar empat orang yang khusus menangani drainase, sementara 10 lainnya berkaitan dengan operasional lima armada pengangkut sampah.
Keterbatasan tersebut membuat LPS memilih menghidupkan kembali gotong royong bersama masyarakat.
Sejumlah wilayah seperti RT 23, RT 21, RT 11, RT 7 dan RT 8 pernah menjadi titik yang membutuhkan penanganan cukup berat.
Menurut Sumiati, kebersihan tidak boleh hanya dibebankan kepada petugas.
“Kalau hanya mengandalkan petugas tentu tidak akan cukup. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan,” katanya.
Selain pembersihan drainase, LPS Rimba Sekampung mulai mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari sumbernya.
Warga dan pelaku usaha mulai diedukasi untuk memisahkan sampah organik dan anorganik, termasuk mengurangi sisa makanan yang masuk ke armada LPS.
Sumiati juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang minyak jelantah ke parit, karena dapat memperparah penyumbatan saluran.
Di beberapa RT, minyak jelantah mulai diarahkan ke pihak yang bersedia menampungnya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak akan selesai jika masyarakat hanya berpikir bahwa sampah sudah menjadi urusan orang lain setelah keluar dari rumah.
“Pengelolaan sampah bukan semata-mata tanggung jawab petugas kebersihan dan LPS. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sumiati berharap masyarakat mulai membangun kebiasaan menjaga kebersihan dari lingkungan keluarga.
Pesannya jelas: LPS bisa mengangkut sampah, petugas bisa membersihkan drainase, tetapi tanpa perubahan perilaku masyarakat, persoalan yang sama akan terus berulang.
Karena itu, arah pengelolaan sampah Rimba Sekampung kini tidak hanya “angkut dan buang”, tetapi mulai bergerak menuju “pilah, kurangi, manfaatkan dan jaga bersama.”
.png)
.png)